Jumat, 29 November 2013

KEPALA BPM, PP, KB DAN PEMDES KOTA GUNUNGSITOLI BUKA SECARA RESMI PELATIHAN BKAD, BP-UPK, UPK DAN PENLOK PNPM-MPd KOTA GUNUNGSITOLI TA. 2013



Kepala BPMD/K,PP,KB dan Pemdes Kota Gunungsitoli Drs. Arham Dusky Hia, M.Si membuka secara resmi pelatihan BKAD,BP-UPK,UPK dan Penlok PNPM-MPd Tahun 2013, bertempat di Hotel Tinca Gunungsitoli. Acara pembukaan pelatihan bagi para pelaku PNPM-MPd Sekota Gunungsitoli  itu di hadiri oleh  Aryenti Zalukhu, SE (Pjokab) Syamsul Effendi, S.Pd (Faskab) Azmi (Fastekab) Budi Hartono, SE (Faskeu)dan para FK/FT sekota Gunungsitoli.
Pada arahan dan bimbingannya Kepala BPMD/K,PP,KB dan Pemdes Drs. Arham Dusky Hia, M.Si mengatakan peran para pelaku PNPM-MPd tingkat kecamatan sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Disadari dan diakui bahwa BKAD,BP-UPK,UPK dan Penlok selama ini telah melaksanakan tugas dengan baik, namun perlu ditingkatkan agar kedepan lebih optimal sesuai yang di harapkan. Beliau menghimbau peserta pelatihan selain menyatakan persepsi dan silaturahmi antara sesama. Setelah selesai pelatihan mampu menyebarluaskan roh pemberdayaan masyarakat itu di wilayahnya masing-masing. Sehingga program nasional itu khususnya di Kota Gunungsitoli dapat berdampak pada peningkatan taraf kehidupan masyarakat, terwujudnya kesejahteraan sebagaimana yang kita harapkan.
Sebelumnya, ketua Organizing commite (OC) Yas. Telaumbanua dalam laporanya mengatakan, peserta pelatihan adalah 3 orang BKAD, 2 orang BP-UPK, 3 orang UPK dan 1 orang Penlok dari 6 Kecamatan sekota Gunungsitoli yang keseluruhannya sebanyak 52 orang. Pelatihan BKAD dan BP-UPK selama 3 hari efektif  yaitu tanggal 18 s/d 20 November 2013, sedangkan untuk pelatihan UPK dan Penlok selama 6 hari efektif yaitu dari tanggal 18 s/d 23 November 2013.


Ditambahkannya Yas. Telaumbanua, narasumber (Penyaji) adalah Faskab,Fastekab,Faskeu dan para FK/FT serta Ass MIS dan Operator dengn materi  antara lain Tahapan PNPM-MPd dalam perencanaan reguler sesuai PTO integrasi, Penetapan dan penangan lokasi bermasalah, penguatan kelembagaan dan Asset PNPM-MP, peran pemerintah lokal (Kecamatan dan Desa) pada PNPM-MP dan fungsi BKAD, BP-UPK dan lainnya.

Sabtu, 16 November 2013

PNPM-MP MEMBAWA BERKAH, AKSES JALAN MENGALAMI KEMAJUAN ,PENDERITAAN MASYARAKAT TERJAWAB DIKECAMATAN GUNUNGSITOLI ALO’OA



Sebelumnya Kecamatan Gunungsitoli  Alo’oa  meupakan salah satu Wilayah Kota Gunungsitoli yang mengalami keterbelakangan dalam soal pembangunan. Mengapa hal ini terjadi  ? karena akses jalan sangat memprihatinkan, dimana disetiap desa dan dusun prasarana jalan  yang ada  hanya jalan setapak dan masih kurangnya prasarana penghubung antar desa yang satu dengan desa yang lainnya.   Namun dengan program PNPM-MP  dengan Kegiatan Fisik sarana prasarana membawa angin segar bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Saat ini. Nampak dari beberapa desa dapat menghubungkan desa yang satu dengan desa yang lain sedangkan sebelumnya untuk menempuh lokasi desa yang satu dengan lokasi yang lain harus menempuh jalan kaki.
                        Camat Gunungsitoli Alo’oa Yarudin Zendrato SE mengatakan perkembangan Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa  dalam sarana prasarana dan peningkatan perekonomian masyarakat tidak bisa kita pungkiri  hal ini tidak terlepas , berkat Program PNPM- MP yang telah masuk diwilayah Kec. Gunungsitoli Alo’oa sejak Tahun 2008 sampai Tahun 2013 ini., hal ini disampaikannya dalam arahanya pada saat Pelaksanaan MAD-Khusus dan MAD Sosialisasi TA. 2014 pada tanggal 25 Oktober 2013 yang dihadiri oleh 5 orang Utusan desa   setiap desa yang ada di Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Ketua BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) Nitema Mendrofa, Sekcam Gunungsitoli Alo’oa Yaminudin S.Pd, Yang mewakili Kepala  BPM  , PP,KB dan Pemdes Kota Gunungsitoli Nadjib, PJOK Kec. Gunungsitoli Alo’oa Raradodo Zendrato, FK /FT dan  Penlok serta Pengurus UPK kec. Gunungsitoli  Alo’oa .  Ditambahkannya Kecamatan Gunungsitoli masih mengharapkan bantuan dari program PNPM-MP untuk membangun dan membuka akses jalan di setiap desa di kecamatan Gunungsitoli Alo’oa  . Jadi diharapkannya peran serta Pemerintah desa ,TPK dan masyarakat desa harus berperan aktif menyukseskan kegiatan pelaksanaan Pembangunan PNPM-MP disetiap desanya. Diharapkannya untuk Tahun 2014 Program PNPM-MP ini jangan sampai gagal akibat sanksi lokal yang telah dialami oleh desa akibat kelalaian/tunggakan  membayar SPP  (Simpan Pinjam) dan tidak terselesaikannya    kegiatan fisik dilapangan. 

                       Program PNPM-MP adalah program Pemberdayaan Masyarakat dimana harapan dari program ini masyarakat dapat mempelajari  menjadi perencana kegiatan, pelaksana kegiatan dilapangan dan mengajari masyarakat untuk bisa mandiri dan bertanggungjawab pada setiap pelaksanaan kegiatan.Diharapkan dengan program Pemerintah ini  dapat menjadi acuan bagi masyarakat dimana selama ini ada pekerjaan yang tidak dipahami atau   sebagai penyadap karet atau persawahan sedangkan kegiatan yang berhubungan dengan tenaga yang kuat seperti bekerja dijalan atau proyek lain hanya dikerjakan oleh kaum laki-laki. Pada program PNPM ini peran serta masyarakat khususnya kaum perempuan sangat berarti sehingga kesetaraan Gender dapat  tercermin dari program ini.
dikerjakan dapat dipelajari. Dalam arti bahwa masyarakat yang tidak tau menjadi lebih tau dan dapat menjadi produktiv bagi dirinya sendiri. Sejak adanya program PNPM-MP secara umum di Kec. Gunungsitoli Alo’oa banyak para kaum perempuan ikut bekerja pada pengerjaan jalan,
dimana selama ini kita melihat bahwa seorang perempuan hanya boleh bekerja

                         Selama ini dari hasil bincang-bincang dengan beberapa tokoh masyarakat Kec. Gunungsitoli Alo’oa mengatakan selama ini sebelum Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa mendapatkan bantuan dari program PNPM-MP dengan jujur mereka mengatakan bahwa kehidupan mereka sangat tertinggal, akses jalan tidak sebaik dan sebanyak sekarang. Menjelang Tahun 2014 pagu dana atau alokasi dana untuk Kecamatan Gunungsitoli  Alo’oa sebesar Rp. 1.850.000.000,-.   Hal ini memang ada sebagian masyarakat yang tidak mau peduli dengan kegiatan  program PNPM-MP, namun  Pihak pelaku Kecamatan berupaya untuk  member dorongan dan semangat agar pada Pemerintah Desa dan Para TPK dapat mengerjakan semua kegiatan didesa sesuai dengan yang diharapkan.  

by :THRIOMINA NIASTI PASARIBU (FK)

Selasa, 12 November 2013

BERAT SAMA DI PIKUL RINGAN SAMA DIJINJING (aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso, alisi tafadaya-daya, hulu tafawolo-wolo)


            Mungkin pepatah inilah yang di pegang oleh masyarakat Desa Onozikho Kecamatan Gunungsitoli Barat Kota Gunungsitoli untuk melaksanakan pembangunan pada program PNPM Mandiri Perdesaan TA. 2013. Dimana pada tahun – tahun sebelumnya desa Onozikho selalu mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan, yang di karenakan kondisi wilayah yang berada di atas pegunungan menyebabkan sulitnya mendatangkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.   
ANTUSIAS MASYARAKAT DALAM PEKERJAAN
PEMASANGAN TELFORD DAN PENYIRAMAN SIRTU
 Untuk Tahun Anggaran 2013 Desa Onozikho mendapatkan dana PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp. 350 Juta dengan usulan ”Pembukaan Badan jalan 1700 m dan Perkerasan 510 m”. Kegiatan ini di percayakan oleh Masyarakat kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang telah mereka pilih terlebih dahulu.
         Sebelum memulai pelaksanaan kegiatan tersebut TPK mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan masukan ide atau sumbang fikiran agar pelaksanaan tahun ini tidak mengalami keterlambatan. Setelah beberapa masukan di dapat maka mereka menyepakati bahwa seluruh bahan material yaitu batu ukuran 15/20 di adakan oleh masyarakat dan telah tersusun di sepanjang jalan yang akan di bangun serta melangsir seluruh bahan untuk penyertuan tanpa meminta imbalan terlebih dahulu. Masyarakat pun setuju dan segera merealisasikan apa yang telah mereka sepakati.
SALAH SATU TITIK HASIL PEKERJAAN 
PEMASANGAN TELFORD DAN PENYIRAMAN SIRTU
         Dalam waktu 3 bulan kegiatan tersebut telah dapat mereka selesaikan 100% dan langsung pekerjaan tersebut di  sertifikasi oleh Fasilitator Teknik. Salah satu masyarakat yang di wawancarai oleh FT yaitu Ama Hendra Zebua menyatakan bahwa seluruh pekerjaan ini di kerjakan oleh hampir seluruh masyarakat desa Onozikho dikerjakan 50-60 orang perharinya, bahan dan pelangsiran bahan lainnya di kerjakan secara bersama-sama serta hasil pekerjaannya juga kami berikan yang terbaik karena ini untuk anak cucu kami dan kami puas terhadap hasil pembangunan tahun ini menutup pembicaraannya.
         Setelah kunjungan Fasilitator kelapangan dan mengeluarkan sertifikasi hasil pekerjaan,
TPK sudah dapat melaksanakan Serah Terima (MDST)  dan pada tanggal 30 Oktober 2013 MDST terlaksana dengan baik masyarakat sangat bersyukur atas terselesaikannya pekerjaan tersebut.      
(By : FT Kec. Gunungsitoli Barat)