Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat –Mandiri Perdesaan (PNPM) TA.
2013 saat ini tahapan demi tahapan sedang terlaksana untuk mencapai hasil yang lebih maksimal melalui Dana
Operasional Kegiatan (DOK) pelatihan masyarakat Tahun 2013 Fasilitator
Kecamatan melalui TIM OC telah melaksanakan pelatihan Tim Pelaksana kegiatan
(TPK) pada tangal 11 Juli 2013 dengan Jumlah biaya Rp. 1.119.300,- dan Tim
Pemantau 18 khusus perempuan pada
tanggal 12 Juli 2013 dengan jumlah biaya pelatihan sebesar Rp. 1.120.500,- yang
diikuti oleh 6 Desa yang terdanai dengan jumlah peserta yang hadir TPK sebanyak 17 orang dan Tim Pemantau sebanyak
9 Orang. Disadari minat anggota Tim
Pemantau khususnya perempuan kurang antusias karena beberapa factor penyebab
antara lain kumasih kurangnya kesadaran masyarakat des a untuk ikut membangun
desanya. Pada intinya program ini
menuntut adanya satu kerjasama dan strategi dalam melaksanakan kegiatan didesa.
Diharapkan pelatihan tidak hanya untuk menghabiskan dana untuk tidak
dikembalikan pada Kas Negara atau tetapi Fasilitator harus punya komitmen bahwa
memberhasilkan suatu rencana atau program harus dibarengi dengan pelatihan yang
matang pada setiap item Pelatihan.
Camat Gunungsitoli Alo’oa yang diwakili Sekcam
Kornelius Zega, SE yang didampingi PJOK Kecamtan Raradodo Zendrato dan Ketua
BKAD Nitema Mendrofa mengatakan inilah
program PNPM-MP sangat berbeda dengan kegiatan proyek Lainnya. Diprogram ini
semua yang menentukan adalah masyarakat yang artinya semua dari perencanaan
sampai pengerjaan dilaksanakan oleh masyarakat sedangkan proyek lainnya orang
lain yang merencanakan dan pihak lain juga yang mengerjakan dilapanagan.
Masyarakat setempat hanya sebagian saja difungsikan menjadi pekerja atau hanya
sebagai penonton. Menurutnya program ini adalah program yang betul-betul
menyentuh masyarakat banyak dimana lapangan kerja terbuka bagi masyarakat,
masyarakat desa dapat meningkatkan taraf hidupnya, menambah skill atau
pengalaman bagi masyarakat yang memanfaatkan moment tersebut atau juga
sebaliknya hanya bisa menjadi penyebab
persoalan ditengah-tengah masyarakat.
Namun, pertanyaannya apakah dengan Pelatihan TPK dan Tim Pemantau kegiatan Fisik Dilapangan sudah merupakan
Jaminan mutu pekerjaaan akan baik? Inilah bahasa yang sering dijadikan oleh
masyarakat dan semua pihak menilai kegiatan fisik dilapangan. Pelatihan
bukanlah segalanya yang menentukan namun pelatihan itu merupakan sebagian kecil
untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan apa saja yang harus dilakukan oleh
Tim Pengelola Kegiatan dan apa saja fungsi atau tujuan dari Tim Pemantau
tersebut ikut dalam proses tersebut.
Fasilitator Kecamatan Thriomina N
Pasaribu dan Fasilitator Teknik dalam pelatihan selalu menekankan bahwa TPK
harus menjalin Kerjasama yang baik
dengan Pemerintah Desa dan Masyarakat
dalam tanda kutip bahwa TPK tetap Koordinasi dengan Pemerintah desa setempat dan mau dikritik oleh masyarakat
dan pihak lain agar pekerjaan dapat menghasilkan mutu yang baik. TPK Wajib mendata dokumen yang berkaitan
dengan keuangan administrasi dan wajib
selalu membuat transaksi pengeluaran
uang betul-betul memenuhi kriteria.Semua
unsur punya tugas masing-masing yang wajib dijadikan sebagai pedoman .
Pelatihan yang dilaksanakan
selama satu hari memang belum maksimal namun kedepan khusunya untuk Pelatihan
TPK dapat terlaksana minimal 3 (tiga) hari sehingga hasil yang diharapkan dapat
lebih maksimal lagi. Namun walaupun demikian pelaksanaan kedua Pelatihan ini
dapat berjalan semaksimal mungkin.
Penulis: Thriomina Niasti Pasaribu (Fasilitator Kecamatan)