Rabu, 21 Agustus 2013

KERJASAMA TIM PELAKSANA KEGIATAN , PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT KUNCI KEBERHASILAN PROGRAM PNPM-MP DI DESA



Program Nasional  Pemberdayaan  Masyarakat –Mandiri Perdesaan (PNPM) TA. 2013  saat ini tahapan demi  tahapan  sedang  terlaksana untuk mencapai  hasil yang lebih maksimal melalui Dana Operasional Kegiatan (DOK) pelatihan masyarakat Tahun 2013 Fasilitator Kecamatan melalui TIM OC telah melaksanakan pelatihan Tim Pelaksana kegiatan (TPK) pada tangal 11 Juli 2013 dengan Jumlah biaya Rp. 1.119.300,- dan Tim Pemantau  18 khusus perempuan pada tanggal 12 Juli 2013 dengan jumlah biaya pelatihan sebesar Rp. 1.120.500,- yang diikuti oleh 6 Desa yang terdanai dengan jumlah peserta yang hadir  TPK sebanyak 17 orang dan Tim Pemantau sebanyak 9 Orang.  Disadari minat anggota Tim Pemantau khususnya perempuan kurang antusias karena beberapa factor penyebab antara lain kumasih kurangnya kesadaran masyarakat des a untuk ikut membangun desanya.  Pada intinya program ini menuntut adanya satu kerjasama dan strategi dalam melaksanakan kegiatan didesa. Diharapkan pelatihan tidak hanya untuk menghabiskan dana untuk tidak dikembalikan pada Kas Negara atau tetapi Fasilitator harus punya komitmen bahwa memberhasilkan suatu rencana atau program harus dibarengi dengan pelatihan yang matang pada setiap item Pelatihan.
                Camat Gunungsitoli Alo’oa yang diwakili Sekcam Kornelius Zega, SE yang didampingi PJOK Kecamtan Raradodo Zendrato dan Ketua BKAD Nitema Mendrofa  mengatakan inilah program PNPM-MP sangat berbeda dengan kegiatan proyek Lainnya. Diprogram ini semua yang menentukan adalah masyarakat yang artinya semua dari perencanaan sampai pengerjaan dilaksanakan oleh masyarakat sedangkan proyek lainnya orang lain yang merencanakan dan pihak lain juga yang mengerjakan dilapanagan. Masyarakat setempat hanya sebagian saja difungsikan menjadi pekerja atau hanya sebagai penonton. Menurutnya program ini adalah program yang betul-betul menyentuh masyarakat banyak dimana lapangan kerja terbuka bagi masyarakat, masyarakat desa dapat meningkatkan taraf hidupnya, menambah skill atau pengalaman bagi masyarakat yang memanfaatkan moment tersebut atau juga sebaliknya hanya bisa menjadi  penyebab persoalan ditengah-tengah masyarakat.    Namun, pertanyaannya apakah dengan Pelatihan    TPK dan Tim Pemantau  kegiatan Fisik Dilapangan sudah merupakan Jaminan mutu pekerjaaan akan baik? Inilah bahasa yang sering dijadikan oleh masyarakat dan semua pihak menilai kegiatan fisik dilapangan. Pelatihan bukanlah segalanya yang menentukan namun pelatihan itu merupakan sebagian kecil untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan apa saja yang harus dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan dan apa saja fungsi atau tujuan dari Tim Pemantau tersebut ikut dalam proses tersebut.
                  Fasilitator Kecamatan Thriomina N Pasaribu dan Fasilitator Teknik dalam pelatihan selalu menekankan bahwa TPK harus menjalin Kerjasama  yang baik dengan  Pemerintah Desa dan Masyarakat dalam tanda kutip bahwa TPK tetap Koordinasi dengan Pemerintah  desa setempat dan mau dikritik oleh masyarakat dan pihak lain agar pekerjaan dapat menghasilkan mutu yang baik.  TPK Wajib mendata dokumen yang berkaitan dengan keuangan administrasi  dan wajib selalu membuat transaksi  pengeluaran uang betul-betul  memenuhi kriteria.Semua unsur punya tugas masing-masing yang wajib dijadikan sebagai pedoman .
                   Pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari memang belum maksimal namun kedepan khusunya untuk Pelatihan TPK dapat terlaksana minimal 3 (tiga) hari sehingga hasil yang diharapkan dapat lebih maksimal lagi. Namun walaupun demikian pelaksanaan kedua Pelatihan ini dapat berjalan semaksimal mungkin.


Penulis: Thriomina Niasti Pasaribu (Fasilitator Kecamatan)