Rabu, 11 September 2013

KPMD DESA ORAHILI TUMORI KECAMATAN GUNUNGSITOLI BARAT RAIH PENGHARGAAN “SI KOMPAK AWARD”


    Camat terbaik II se-Kota Gunungsitoli
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Orahili Tumori Kecamatan Gunungsitoli Barat terpilih sebagai Kader Pemberdayaan Terbaik I se-Kota Gunungsitoli versi Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kota Gunungsitoli. Penghargaan ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Gunungsitoli Barat, karena penghargaan ini merupakan apresiasi kinerja dan pengabdian Kader-kader desa yang telah bekerja keras dalam mensosialisasi program PNPM Mandiri Perdesaan ditengah-tengah masyarakat desa khususnya desa Orahili Tumori Kecamatan Gunungsitoli Barat.
 Namun yang lebih membanggakan adalah seluruh kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) desa Orahili tumori adalah perempuan, hal ini menunjukkan bahwa perempuan mampu bersaing serta mampu memberikan yang terbaik bagi majunya pembangunan di desa, tidak kalah dengan kaum laki-laki. Tidak bisa kita pungkiri bahwa keterlibatan perempuan di perencanaan pembangunan masih dipandang sebelah mata, dan hal ini juga terjadi pada pelaksanaan program PNPM Mandiri Perdesaan. Namun dengan terpilihnya KPMD desa Orahili Tumori sebagai Kader Terbaik I se-kota Gunungsitoli yang seluruhnya adalah perempuan, diharapkan mampu menjadi motivator bagi kader-kader perempuan lainnya di seluruh Kota Gunungsitoli dalam mensukseskan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan.
  BKAD terbaik II se-Kota Gunungsitoli

Kegiatan “si Kompak Award” merupakan ajang penghargaan bagi pelaku-pelaku terbaik PNPM Mandiri Perdesaan baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh bapak Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli, Drs.Martinus Lase dan Drs.Aroni Zendrato, dimana beliau hadir dan turut menyerahkan “si kompak Award” pada pelaku-pelaku PNPM Mandiri Perdesaan yang terpilih di Aula Samaeri Kota Gunungsitoli.
Selain mendapat penghargaan KPMD terbaik I se-Kota Gunungsitoli, kecamatan Gunungsitoli Barat juga mendapat apresiasi penghargaan sebagai pelaku terbaik di tingkat kecamatan versi Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kota Gunungsitoli, antara lain :        
1.      Camat terbaik II se-Kota Gunungsitoli
2.      PJOK terbaik I se-Kota Gunungsitoli
3.      FK terbaik I se-Kota Gunungsitoli
4.      FT terbaik I se-Kota Gunungsitoli
5.      UPK terbaik I se-Kota Gunungsitoli
6.      PL terbaik I se-Kota Gunungsitoli
7.      BKAD terbaik II se-Kota Gunungsitoli
 Keberhasilan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tentunya tidak ditentukan hanya oleh segelintir orang, namun harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat. Dan apresiasi penghargaan yang diberikan oleh Pokja RBM kota Gunungsitoli diharapkan mampu menjadi motivasi yang baik untuk meningkatkan kualitas pendampingan bagi pelaku-pelaku PNPM di tingkat Desa maupun kecamatan.  
FT terbaik I se-Kota Gunungsitoli
 
FK terbaik I se-Kota Gunungsitoli

KECAMATAN GUNUNGSITOLI BARAT MENJADI YANG “TERCEPAT” DALAM PENYERAPAN DANA BLM PNPM TA.2012

      Kecamatan Gunungsitoli Barat merupakan kecamatan termuda yang mendapatkan dana PNPM Mandiri Perdesaan. Setelah dilakukan pemekaran berdasarkan Perda (Peraturan Daerah) Kabupaten Nias Nomor 4 Tahun 2008 tanggal 29 April 2008, maka terdapat 9 desa dan 25 Dusun di kecamatan Gunungsitoli Barat.
Setelah dilakukan pemisahan wilayah, maka pada tahun 2010 Pemerintah Daerah menetapkan daerah Kecamatan Gunungsitoli Barat merupakan Kecamatan yang termasuk daerah yang didanai PNPM- Mandiri Perdesaan. Di mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 saat ini, dana PNPM yang telah di kucurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah melalui Dana Cost Shering (APBD) yaitu :
No
Tahun Anggaran
APBN
(Rp)
APBD
(Rp)
Total Dana
(Rp)
1
2010
1.400.000.000
350.000.000
1.750.000.000
2*
2010
318.800.000
-
318.800.000
3
2011
1.400.000.000
350.000.000
1.750.000.000
4
2012
1.400.000.000
350.000.000
1.750.000.000
2
2013
2.800.000.000
300.000.000
3.100.000.000
      *pada tahun 2010, Kecamatan Gunungsitoli Barat mendapatkan dana PNPM Pola Penanganan Dampak Pasca krisis.
           
Di awal pelaksanaannya, PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Gunungsitoli Barat, banyak ditemui masalah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pemberdayaan dengan konsep DAOUM (dari,oleh dan untuk masyarakat) yang menjadi landasan program. Masyarakat masih berpikir program PNPM Mandiri Perdesaan sebagai “proyek pemerintah” semata. Sehingga menyebabkan ketidakperdulian masyarakat untuk ikut serta dalam mensukseskan pembangunan di desa yang di danai oleh PNPM. 

            Namun seiring berjalannya waktu, pelaku-pelaku PNPM baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan, bekerja keras untuk terus mensosialisasikan program PNPM ini di tengah-tengah masyarakat desa, dengan semangat untuk menjadikan Kecamatan Gunungsitoli Barat menjadi barometer pembangunan di Kota Gunungsitoli.
Kini berkat kerja keras tersebut, masyarakat di 9 (Sembilan) desa di Kecamatan Gunungsitoli Barat  sangat antusias dan berkompetisi secara sehat untuk berlomba mendapatkan dana PNPM guna pembangunan di desa mereka, baik di bidang sarana prasarana dasar maupun pengusulan bantuan untuk peningkatan ekonomi kaum perempuan dengan dana simpan pinjam kelompok perempuan (SPP).
            Dukungan seluruh masyarakat kecamatan Gunungsitoli Barat tampak nyata, dimana pada tahun 2012, kecamatan Gunungsitoli Barat, menjadi Kecamatan “Tercepat” dalam menyerap dana APBN dan APBD serta mampu menyelesaikan seluruh kegiatan dalam satu tahun anggaran. Bahkan untuk se-Kepulauan Nias, dan kurun waktu 10 tahun program PNPM telah berjalan di kepulauan nias, baru kecamatan Gunungsitoli Barat lah yang
mampu menyerap dana dan menyelesaikan kegiatan dalam satu tahun anggaran. Sehingga pada bulan Desember 2012, pada saat pelaksanaan MAD Sosialisasi PNPM Mandiri Perdesaan TA.2013, hal ini mendapatkan apresiasi dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Gunungsitoli.
Di sisi lain tentunya, tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan Gunungsitoli Barat untuk lebih baik di tahun berikutnya. Maka dari itu, pencapaian ini, harus mampu dipertahankan bahkan harus ditingkat oleh seluruh komponen masyarakat Gunungsitoli Barat. “kalau bukan
kita siapa lagi, kalau bukan dari sekarang kapan lagi”.
(FK Gusbar)