Setelah dilakukan
pemisahan wilayah, maka pada tahun 2010 Pemerintah Daerah menetapkan daerah
Kecamatan Gunungsitoli Barat merupakan Kecamatan yang termasuk daerah yang didanai
PNPM- Mandiri Perdesaan. Di mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 saat
ini, dana PNPM yang telah di kucurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah
Daerah melalui Dana Cost Shering (APBD) yaitu :
|
No
|
Tahun Anggaran
|
APBN
(Rp)
|
APBD
(Rp)
|
Total Dana
(Rp)
|
|
1
|
2010
|
1.400.000.000
|
350.000.000
|
1.750.000.000
|
|
2*
|
2010
|
318.800.000
|
-
|
318.800.000
|
|
3
|
2011
|
1.400.000.000
|
350.000.000
|
1.750.000.000
|
|
4
|
2012
|
1.400.000.000
|
350.000.000
|
1.750.000.000
|
|
2
|
2013
|
2.800.000.000
|
300.000.000
|
3.100.000.000
|
*pada tahun 2010, Kecamatan Gunungsitoli Barat mendapatkan dana PNPM
Pola Penanganan Dampak Pasca krisis.
Di
awal pelaksanaannya, PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Gunungsitoli Barat,
banyak ditemui masalah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang
pemberdayaan dengan konsep DAOUM (dari,oleh
dan untuk masyarakat) yang menjadi landasan program. Masyarakat masih
berpikir program PNPM Mandiri Perdesaan sebagai “proyek pemerintah” semata.
Sehingga menyebabkan ketidakperdulian masyarakat untuk ikut serta dalam
mensukseskan pembangunan di desa yang di danai oleh PNPM.
Namun seiring berjalannya waktu, pelaku-pelaku
PNPM baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan, bekerja keras untuk
terus mensosialisasikan program PNPM ini di tengah-tengah masyarakat desa,
dengan semangat untuk menjadikan Kecamatan Gunungsitoli Barat menjadi barometer
pembangunan di Kota Gunungsitoli.
Kini
berkat kerja keras tersebut, masyarakat di 9 (Sembilan) desa di Kecamatan
Gunungsitoli Barat sangat antusias dan
berkompetisi secara sehat untuk berlomba mendapatkan dana PNPM guna pembangunan
di desa mereka, baik di bidang sarana prasarana dasar maupun pengusulan bantuan
untuk peningkatan ekonomi kaum perempuan dengan dana simpan pinjam kelompok
perempuan (SPP).
Dukungan seluruh masyarakat
kecamatan Gunungsitoli Barat tampak nyata, dimana pada tahun 2012, kecamatan
Gunungsitoli Barat, menjadi Kecamatan “Tercepat” dalam menyerap dana APBN dan
APBD serta mampu menyelesaikan seluruh kegiatan dalam satu tahun anggaran.
Bahkan untuk se-Kepulauan Nias, dan kurun waktu 10 tahun program PNPM telah
berjalan di kepulauan nias, baru kecamatan Gunungsitoli Barat lah yang
mampu
menyerap dana dan menyelesaikan kegiatan dalam satu tahun anggaran. Sehingga pada
bulan Desember 2012, pada saat pelaksanaan MAD Sosialisasi PNPM Mandiri
Perdesaan TA.2013, hal ini mendapatkan apresiasi dari Badan Pemberdayaan
Masyarakat (BPM) Kota Gunungsitoli.
Di
sisi lain tentunya, tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak kekurangan-kekurangan
yang harus dibenahi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan
Gunungsitoli Barat untuk lebih baik di tahun berikutnya. Maka dari itu,
pencapaian ini, harus mampu dipertahankan bahkan harus ditingkat oleh seluruh
komponen masyarakat Gunungsitoli Barat.
“kalau bukan
kita siapa lagi, kalau bukan dari sekarang
kapan lagi”.
(FK Gusbar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran