|
K
|
ota
Gunungsitoli yang baru berdiri dari tahun 2008 merupakan pecahan dari Kabupaten
Nias, dimana Kota Gunungsitoli mempunyai peran penting dalam memacu pertumbuhan
ekonomi di Kepulauan Nias. Pertumbuhan ekonomi masyarakat di kepulauan Nias
termasuk sangat lambat berkembang hal ini karena letak geografis wilayah Pulau
Nias cukup jauh dari wilayah Kabupaten Kota lainnya seperti Sibolga, dan
Tapanuli Tenggah. Namun hal tersebut tidak membuat masyarakat di Kepulauan Nias
khususnya Kota Gunungsitoli mengalami ketertinggalan pembangunan dimana
pelabuhan laut dan bandara udara sudah ada. Pembangunan Kota Gunungsitoli
selain dari dana APBD juga mendapat dukungan dana Program Pembangunan dari PNPM
Mandiri Perdesaan sejak tahun 2009 sampai sekarang. Program PNPM-MP yang
mencakup kegiatan pada pembangunan sarana prasana, ketrampilan / peningkatan
kapasitas masyarakat, juga memberikan pinjaman modal usaha bagi kelompok UMKM
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan. Sejak tahun 2009
sampai sekarang (tahun 2014) modal yang diserap dari dana Program PNPM-MP untuk
kegiatan kelompok SPP mencapai Rp
4.460.000.000,- dan mempunyai asset produktif sebesar Rp 5.985.970.779,- dimana Saldo bank Rp 3.659.707.329,- saldo pinjaman Rp 2.326.263.450,- (September
2014).
Melihat pertumbuhan dan perkembangan
kegiatan simpan pinjam kelompok SPP khusus perempuan, Pemerintahan Kota
Gunungsitoli melalui Satker PNPM-MP yang di pimpin kepala Badan Drs.Arham Dusky
Hia. M.Si serta PjoKab Aryenti Zalukhu,SE mencanangkan program pelatihan
peningkatan kapasitas kelompok Perempuan tahun 2014 yang dilaksanakan pada
bulan September dengan tujuan adanya peningkatan pengelolaan administrasi
kelompok dan ketrampilan anggota kelompok di masing-masing kecamatan selama 6
(enam) hari di 6 Wilayah Kecamatan dengan jumlah peserta setiap kecamatan
sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Materi pelatihan terdiri dari Administrasi
Keuangan dan Administrasi non keuangan, hukum dalam kegiatan ekonomi simpan
pinjam, Peranan Perempuan dalam peningkatan perekonomian keluarga, ketrampilan
kerajinan membuat anyaman tas. Dalam pelaksanaan pelatihan ini didukung oleh
Fasilitator Kabupaten Kota sebagai narasumber.
Pelatihan ini mendorong masyarakat
khususnya bagi kelompok SPP untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA tahun 2015). Sehingga diharapkan dari pelatihan
ini munculnya jenis usaha-usaha kreatif dan produktif untuk dikembangan di
pasar ekonomi lokal maupun Nasional. Pelatihan yang diberikan adalah bagaimana
mengolah produk yang bahan dasarnya mempunyai nilai ekonomis yang kecil menjadi
produk yang nilai ekonomisnya besar serta mengajak masyarakat untuk lebih
menyukai dan mencintai produk dalam negeri seperti gambar di bawah ini.
By:
Budi Hartono
Fasilitator Keuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran