Selasa, 16 Desember 2014

SATKER PNPM-MP KOTA GUNUNGSITOLI PEDULI KELOMPOK SPP



K
ota Gunungsitoli yang baru berdiri dari tahun 2008 merupakan pecahan dari Kabupaten Nias, dimana Kota Gunungsitoli mempunyai peran penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Nias. Pertumbuhan ekonomi masyarakat di kepulauan Nias termasuk sangat lambat berkembang hal ini karena letak geografis wilayah Pulau Nias cukup jauh dari wilayah Kabupaten Kota lainnya seperti Sibolga, dan Tapanuli Tenggah. Namun hal tersebut tidak membuat masyarakat di Kepulauan Nias khususnya Kota Gunungsitoli mengalami ketertinggalan pembangunan dimana pelabuhan laut dan bandara udara sudah ada. Pembangunan Kota Gunungsitoli selain dari dana APBD juga mendapat dukungan dana Program Pembangunan dari PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2009 sampai sekarang. Program PNPM-MP yang mencakup kegiatan pada pembangunan sarana prasana, ketrampilan / peningkatan kapasitas masyarakat, juga memberikan pinjaman modal usaha bagi kelompok UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan. Sejak tahun 2009 sampai sekarang (tahun 2014) modal yang diserap dari dana Program PNPM-MP untuk kegiatan kelompok SPP mencapai Rp 4.460.000.000,- dan mempunyai asset produktif sebesar Rp 5.985.970.779,- dimana Saldo bank Rp 3.659.707.329,- saldo pinjaman Rp 2.326.263.450,- (September  2014).
Melihat pertumbuhan dan perkembangan kegiatan simpan pinjam kelompok SPP khusus perempuan, Pemerintahan Kota Gunungsitoli melalui Satker PNPM-MP yang di pimpin kepala Badan Drs.Arham Dusky Hia. M.Si serta PjoKab Aryenti Zalukhu,SE mencanangkan program pelatihan peningkatan kapasitas kelompok Perempuan tahun 2014 yang dilaksanakan pada bulan September dengan tujuan adanya peningkatan pengelolaan administrasi kelompok dan ketrampilan anggota kelompok di masing-masing kecamatan selama 6 (enam) hari di 6 Wilayah Kecamatan dengan jumlah peserta setiap kecamatan sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Materi pelatihan terdiri dari Administrasi Keuangan dan Administrasi non keuangan, hukum dalam kegiatan ekonomi simpan pinjam, Peranan Perempuan dalam peningkatan perekonomian keluarga, ketrampilan kerajinan membuat anyaman tas. Dalam pelaksanaan pelatihan ini didukung oleh Fasilitator Kabupaten Kota sebagai narasumber.

   

Pelatihan ini mendorong masyarakat khususnya bagi kelompok SPP untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA tahun 2015). Sehingga diharapkan dari pelatihan ini munculnya jenis usaha-usaha kreatif dan produktif untuk dikembangan di pasar ekonomi lokal maupun Nasional. Pelatihan yang diberikan adalah bagaimana mengolah produk yang bahan dasarnya mempunyai nilai ekonomis yang kecil menjadi produk yang nilai ekonomisnya besar serta mengajak masyarakat untuk lebih menyukai dan mencintai produk dalam negeri seperti gambar di bawah ini.


By: Budi Hartono
Fasilitator Keuangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran